


Background Story.
Terbukanya portal alam gelap, Yami no Kozu, juga mengancam kedamaian pulau Nu. Pulau Nu, pulau yang terletak paling dekat dari pulau Onogoro pun menjadi sasaran mahluk kegelapan yang mengamuk setelah keluar dari portal.Pada saat itu, saat dimana seluruh klan Amamiya terlibat dalam pertempuran melawan mahluk mahluk yang keji itu, usia Shinya baru menginjak 7 tahun. Klannya, termasuk orang tuanya meninggalkan Shinya sendirian di dalam kastil dengan alasan kastil tersebut merupakan tempat yang paling aman.
Keduanya berjanji akan segera pulang setelah misi selesai. Dan kini ia ditinggalkan sendirian tanpa tahu berapa lama orang tuanya akan kembali.「お父さん、お母さん、本当に行くの?」
Shinya menatap ayah dan ibunya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia mencoba menahan tangisnya, tetapi perasaan takutnya tidak bisa dia tahan lagi.「そうだ、深夜。この島、いやー、この国を守るために行かなければならない。」
Air mata mulai membasahi pipi anak kecil itu. Shinya tahu bahwa ini adalah tugas mereka. Namun tetap saja ia takut karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya entah sampai kapan.「行かないで!一人にしないでください!」
「行かないで...」
Suaranya mulai melirih saat Shinya merasakan hangatnya pelukan ibunya.「お父さん。お母さん、必ず戻ってきてね。」
「約束するよ、 しん。必ず戻ってくるから。」
Ayahnya mengusap rambut Shinya dengan lembut. Keduanya memberikan senyuman terakhir sebelum pergi meninggalkan anak kecil itu sendirian.
Seiring dengan hilangnya sosok mereka di kejauhan, Shinya berdiri diam, merasakan angin sore yang dingin menyentuh pipinya yang basah oleh air mata.

Shinya kecil berusaha menjalani hari-harinya dengan keberanian. Dia menjaga kastil mereka dengan baik, berharap suatu hari nanti akan mendengar suara langkah kaki klan Amamiya lain, terutama orang tuanya yang kembali kesana.Sampai pada suatu hari, Shinya melihat ayahnya pulang, seorang diri.
「お父さん! おかえり!」
Shinya menyambut ayahnya dengan pelukan hangat dan senyum lebar di wajahnya.
「お母さんはー?」 Kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan ibunya.
「ねぇ, お父さん?」
Hening. Shinya sudah cukup pintar untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukannya. Manik bulatnya tak sanggup melihat raut muka sang ayah yang berbeda 180°. Saat itu ia menyadari, sosok ayah yang ada di depannya saat ini perlahan akan menjadi sosok yang tak dikenalinya lagi.Kehilangan sang istri meruntuhkan ayah Shinya secara emosional. Kedukaan yang mendalam dan rasa sakit yang tidak terbayangkan membuatnya terisolasi dalam kesedihan dan kehilangan. Perasaan tersebut menciptakan lubang dalam hatinya, yang kemudian mengubahnya menjadi sosok yang kasar dan tidak peduli terhadap perasaan orang-orang di sekitarnya, termasuk anaknya sendiri.Hari-hari yang dilewati Shinya terasa lebih berat dari biasanya. Sang ayah berhenti menjadi sosok 'ayah' yang dikaguminya. Seringkali membentak Shinya hanya karena kesalahan kecil. Kekerasan verbal maupun fisik sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Yang bisa Shinya lakukan hanyalah diam menerima perlakuan dari ayahnya yang akan menjadi trauma baginya di masa depan.Shinya sebetulnya tidak bermaksud untuk membandingkan, tapi yang hancur saat ibunya pergi bukan cuma ayahnya. Ayahnya memang kehilangan sosok istri tercintanya. Tapi bagi Shinya, ia kehilangan kedua orang tuanya.Bertahun-tahun berlalu, dan Shinya tumbuh menjadi remaja yang pendiam. Ia sudah menjadi lebih dewasa, bukan lagi Shinya yang cengeng seperti dulu. Sampai suatu hari, Saat Shinya tidak sengaja menemukan sebuah tempat untuk penyihir sepertinya, ia memutuskan untuk kabur dari rumah. Dia mengemasi barang-barangnya dan melarikan diri ke sebuah pulau yang berada di sebrang kampung halamannya, pulau yang disebut dengan Pulau Onogoro.

Relations.
Coming soon.
STORYLINE
Pernahkah kalian mendengar tentang seorang werewolf yang tinggal di antara para vampire? atau cerita seorang werewolf yang bersahabat akrab dengan para penyihir? Cerita Shinya adalah kebalikannya. Ia adalah seorang penyihir yang hidup di tengah-tengah kawanan werewolf yang terkenal dengan kehidupan bebas dan insting liarnya, berbeda jauh dari dunia sihir yang ia tinggalkan.
Dalam pelariannya, Shinya tersesat di tengah hutan dan tidak tahu harus pergi ke mana. Saat malam semakin larut, ia berhadapan dengan bahaya yang tidak ia sangka—seekor serigala muncul di hadapannya. Namun, alih-alih menyerang, serigala itu justru berubah menjadi manusia dan menawarkan Shinya untuk ikut ke suatu tempat, markas tersembunyi yang menjadi tempat tinggal sekelompok werewolf. Mereka adalah sekumpulan remaja yang sama-sama merasa terasing dari dunia mereka masing-masing. Melihat Shinya yang terlihat seperti anak hilang, mereka pun mengajaknya tinggal bersama.Hari demi hari, Shinya semakin dekat dengan kelompok werewolf tersebut. Tawa, tangis, bahkan hingga pertengkaran-pertengkaran pun sudah banyak dilalui bersama. Shinya belajar cara bertahan hidup di alam liar, hidup tanpa ikatan sihir, dan merasakan kebebasan yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Meskipun begitu, ia tetap merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. Kebersamaan dengan kawanan serigala itu membantu Shinya menyadari bahwa meskipun ia menyukai kebebasan, ia tidak bisa menghindari siapa dirinya sebenarnya.Suatu malam di bawah bulan purnama, Shinya mengungkapkan keinginannya untuk mempelajari sihir yang selama ini ia abaikan. Walau ia merasa diterima di tengah para werewolf, ia sadar bahwa ia belum sepenuhnya mengenali siapa dirinya sebagai seorang penyihir. Khan, salah satu werewolf yang tertua mengatakan bahwa setiap makhluk memiliki jalan takdirnya sendiri.Malam itu menjadi malam terakhir Shinya berada di sana. Esoknya ia memulai perjalanan baru, mencari tempat yang bisa membantunya untuk mencari jati dirinya.






























